Kesukaan Kinasih
Malam yang sunyi, pukul tiga pagi. Diantara semua orang yang terlelap, hanya aku yang masih terjaga. Berkutat dengan segala pikiran dan hal-hal yang sudah terjadi padaku kemarin dan lalu.
“Sudah kubilang, tak baik terjaga hingga larut seperti ini!.” Ah, ya, suara itu yang kuyakini adalah Kinasih, bayangan yang selalu mengikutiku.
Dia tampak aneh, seperti diselimuti dengan kebingungan, dan rasa-rasa lain yang entah apa namanya. Aku jadi sungkan untuk menceritakan masalahku padanya. Kami berdua sama-sama diam, aku yang tak tahu harus bicara apa, dan dia yang masih memendam segala rasa itu juga diam.
Hingga akhirnya aku yang mengalah untuk mengajaknya bicara karena sudah tak tahan dengan situasi ini. Untuk apa dia datang kalau hanya diam saja seperti ini setelah puas memarahiku.
“Kinasih, dari seluruh bagian dan hal di kepalamu, apa yang jadi kesukaanmu?” tanyaku pada Kinasih yang sudah beberapa jam ia tidak bicara padaku sepatah kata pun.
“Telinga” jawabnya singkat. Aku bertanya lagi sebelum ia menutup mulutnya dan pergi, “mengapa?”.
Kali ini ia menarik napasnya panjang, “Karena sungguh dia punya seribu nyawa untuk mendengar segala keluh dan kesah, segala teriak dari penjuru, segala suara yang bahkan tak pernah terucap sekali pun. Sungguh dia.”
“Kau tahu ….”, ia menatapku dan berhenti sejenak sebelum melanjutkan lagi kata-katanya, “sesungguhnya itulah yang dibutuhkan setiap orang, setiap manusia yang hidup di dunia ini. Bukan hanya bahu untuk bersandar, bukan hanya hangat pelukan, tetapi mereka juga ingin didengar. Aku harap kau mengerti.”
Sesaat kemudian ia pergi entah kemana, meninggalkanku yang sedang merenung dan mencerna apa yang baru saja ia katakan. Kinasih benar, terlalu banyak yang bicara hingga tak bisa didengar.
Lalu aku tersadar, bahwa selama ini Kinasih selalu menjadi pendengar tebaikku diantara semua orang yang dekat denganku. Mendengar segala keluh dan kesahku, segala cerita bahagiaku, mendengar segala cacian dari luapan amarahku.
Terima kasih, Kinasih.
Ivanka Sekar
-Semarang, 20 Maret 2020-
Komentar
Posting Komentar