Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Kakak Paling Seru

Dulu, waktu ulangan tengah semester 1. Aku duduk dengan kakak kelas 8B. Anaknya perempuan, cantik, putih. Aku kira orangnya cuek, eh ternyata dia mau ngajak aku ngomong. Sampai sekarang aku masih akrab dengan dia. Malah sekarang, dia sering mengirim pesan ke aku dan dia aktif di jejaring sosial twitter. Kadang orangnya nyebelin, kadang enggak. Dia juga suka cerita sama aku. Kita itu kayak kakak adek. Tapi, kalo di twitter dia sama aku berantem guyon. Sampai sampai temanku bilang, "kamu kok akrab banget sih sama mbaknya ?". "haha". Kita juga sering pulang bersama saat sekolah. Waktu ulangan tengah semester 2, aku sudah tidak duduk lagi sama mbak yang kadang nyebelin itu, haha.. Tapi aku udah ngganggep dia kayak kakak aku sendiri. Aku sering meminta saran kepadanya. Yah pokoknya dia asik lah orangnya. Makasih ya mbak, udah mau temenan sama aku. I LOVE YOU :*

HHH OOO HHH

Aku dan temanku, selalu aktif di jejaring sosial. "HOH". Awalnya, kata kata itu diajarkan teman ekstrakulikulerku. Dia mengakatakan itu berulang ulang. Aku penasaran arti dari kata itu. Akhirnya, dia menjelaskannya kepadaku. Ternyata artinya adalah, NAFAS. Aku bertanya dalam hati "oiya ya NAFAS. kok nggak dari kemaren sih taunya". Lalu pada saat aku sedang mengirim pesan singkat dari obrolan, aku tidak sengaja mengakatakannya pada teman akrabku. Dan kami berdua mempraktekkannya pada salah satu teman cowok kita. Hahaha, betapa senangnya memberi nafas pada teman cowokku yang belum tau arti kata itu. Setelah beberapa hari, temanku itu mengakatakan bahwa dia sudah tau arti kata itu. Teman akrabku bilang, "eh dia udah tau artinya lhoo.. kamu kasih tau ya ?". "ah, enggak kok". Lalu, beberapa saat aku berpikir. "hmm, dia bisa tau arti kata 'HOH' dari mana ya ? oiya kalo kita bilang kata itu, otomatis kita mengeluarkan nafas dari mulut kita....

Mau Jualan, Apa Mau Ngrusak Grobak ?

Simpang Lima, di sekitar Simpang Lima banyak sekali orang yang berjualan. Dari minuman, warung, dan lain lain. Salah satu yang aku herankan adalah orang yang menjual kacang rebus. Entah kenapa, orang yang menjual kacang itu selalu menggedok-nggedokkan sebuah kayu dibagian sisi grobak. Lalu tanpa pokir panjang, aku langsung bertanya pada mamahku "mah, yang jual itu kok nggedok nggedok ngapain ? mau jualan apa ngrusak grobak ?". "memang gitu jualannya". Aku dalam hati berkata "mau jualan apa mau ngrusak grobak sih ? nggak niat deh kayaknya". Lalu aku langsung bertanya pada penjual kacang itu "pak, mau tanya. bapak mau jual kacang ato mau ngrusak grobak bapak sih?". "haha, emang dari sananya seperti itu". "dari sananya ? maksutnya apa ?". Entah kenapa aku dan bapak penjual kacang itu sepeti pelawak yang saling melemparkan lulucon. Lama kami berbincang, tiba tiba bapak itu bertanya padaku "adek, jadi beli kacang nggak daritad...

KenanganKu Dengan Dia

Baru petama kali aku masuk ke sekolah lain bersama dengan pamanku. Disana aku berkenalan dengan seorang anak perempuan bernama Fitria. Dia bisa bermain musik sepertiku. Kita pernah bermain alat musik bersama. Dan, setelah beberapa tahun, kami berdua tidak pernah bertemu lagi. Saat aku membuka jejaring sosial facebook, aku ingat dengannya. Waktu aku mengirimkan pesan kepadanya, dia sedikit lupa denganku. Maklum, 1 tahun nggak ketemu. Saat aku ingin masuk ke SMP 30, aku bertanya kepadanya "km meh masuk mana ?". "smp 1". "wah ndak bisa ketemu lagi ya". "aku lupa mbek wajahmu ik. la km meh masuk mana ?". "aku smp 30". "aku cadanganne juga situ o." "wah ya semoga bisa ketemu". Penerimaan siswa baru, Aku pun diterima di SMP 30. Ternyata fitria juga masuk di SMP 30, berarti nanti bisa ketemu lagi dengan dia. Saat aku melampirkan data ke sekolah, aku bertemu dengannya. Dengan perasaan senang bertemu dengan kawan lama, aku me...